ORIENTASI NILAI BUDAYA TERHADAP GAYA BERPAKAIAN PEREMPUAN MODERN

Dosen Pengampu : Dr. Arndati Shinta/Amin Nurohmah, S.Pd., M.Sc

Artikel ini dibuat untuk memenuhi Tugas Ilmu Budaya

Oleh : Windyangreni Mika/19310410047

 

Prodi Psikologi

 Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

     Pada hakekatnya busana atau pakaian merupakan salah satu unsur dari kehidupan manusia yang sangat dibutuhkan. Era globalisasi yang sangat mempengaruhi gaya berpakaian (fashion) perempuan muda bertolak belakang dengan pemikiran kebanyakan orang tua. Namun di satu sisi menganggap kurang pantas, tetapi bagi perempuan muda saat ini dianggap biasa. Perkemangan fashion di Indonesia sendiri, saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai merek dan brand baik dari dalam maupun luar negeri, serta juga dibangunnya mall-mall yang di dalamnya bervariasi toko yang menawarkan berabagai produk fashion terkini. Fashion adalah istilah umum atau mode, Fashion dan perempuan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainya karena merupakan gaya hidup (life style) seorang perempuan tentunya ingin terlihat gaya dan menarik karana itu berbagai macam aksesoris seperti baju, tas, sepatu bahkan sampai perhiasan model terbaru pun pastinya akan menarik para kaum perempuan yang mengaku dirinya sebagai kaum fashionista, yaitu seseorang yang terlibat dalam dunia mode atau dengan semangat untuk fashion.

     Menurut Koenjaraningrat (1986:90-94) ilmu budaya adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Suatu nilai apabila sudah membudaya di dalam diri seseorang maka nilai itu akan dijadikan sebagai pedoman atau petunjuk di dalam bertingkah laku. Nilai itu merupakan pendorong bagi seseorang dalam mencapai tujuan tertentu. Nilai budaya adalah suatu bentuk konsepsi umum yang dijadikan pedoman dan petunjuk di dalam bertingkah laku baik secara individual, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan tentang baik buruk, salah atau tidak salah, patut atau tidak patut. Menerapkan etika berpakaian dalam kehidupan sehari-hari perlu memahami tentang kondisi lingkungan, budaya dan waktu pemakaian. Untuk hal itu baik jenis, model, warna atau corak busana perlu disesuaikan dengan ke tiga hal tersebut, agar seseorang dapat diterima dilingkungannya. Saat ini ada sangat banyak kita jumpai gadis dan wanita yang tidak menutup aurat dengan bajunya dan bangga apabila memakai pakaian yang terbuka, sehingga dapat memunculkan rangsangan kepada kaum laki-laki yang melihatnya. Padahal jika kita lihat kembali ada sangat banyak pilihan pakaian yang tertutup dan sopan yang dapat digunakan yang tentunya tidak akan mengurangi kecantikan perempuan.

   Pakaian tentu saja tidak dapat dilepaskan dari budaya masyarakat karena hal tersebut merupakan hal yang sangat wajib jika sesorang harus seslalu menggunakan pakaiannya telebih jika ingin keluar rumah. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat yang ada pada masyarakat. Berbedanya pakaian daerah antara daerah yang satu dan daerah lainnya, karena kebudayaan manusia di setiap daerah cenderung berbeda, yang dipengaruhi oleh alam sekitar. Perbedaan pakaian daerah masing-masing ini, karena setiap daerah mempunyai adat istiadat, kebiasaan, cara hidup yang bisa berbeda di antara yang satu dan yang lainnya, dan lingkungan sosial budaya yang berbeda. Saat ini sudah sangat banyak perempuan yang kita jumpai dengan berbagai model dan gaya pakaian yang tentunya selalu mengikuti trend yang ada. Namun tanpa ereka sadari hal tersebut memberikan dampak yang snagat besar terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut di Indonesia. Banyak perempuan yang mengenakan pakaian hanya karena ingin terlihat keren tanpa melihat bagaimana pakaian tersebut dapat dianggap sopan dan diterima oleh lingkungan sekitar. Beberapa orientasi nilai budaya yang dapat kita lihat dari gaya berpakaian moderen ini yaitu:

1.  Hakekat hidup. Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, dari hal ini dapat disimpulkan bahwa banyak perempuan yang berpakaian untuk terlihat cantik dan sempurna, sehingga dapat memuaskan dirinya sendiri serta orang yang melihatnya.

2.  Hakekat karya. Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, untuk hidup, kedudukan/kehormatan, gerak hidup untuk menambah karya. Saat ini banyak kabar yang beredar mengenai beberpa perempuan yang menggunakan kecantikan wajah dan tubuhnya untuk hal yang negatif. Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa beberapa perempuan berpakaian untuk terlihan menawan sehingga orang-orang akan menyukainya bahkan memperlakukannya secara khusus.

3.   Hakekat waktu. Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, orientasi masa lampau atau untuk masa kini, dari hal ini dapat kita lihat di mana gaya berpakaian perempuan Indonesia sekarang banyak mengkonsumsi gaya berpakaian masyarakat barat yang tentu saja hal tersebut bertentang dengan norma dan nilai budaya yang kita anut.

4.  Pandangan manusia terhadap alam. Pada hakekaat ini dapat kita lihat bahwa untuk memenuhi kebutuhan fashion yang semakin tinggi, ada banyak brand yang menggunakan beberapa kulit hewan untuk dijadikan bahan dasar dari produk fashion tersebut, yang tanpa disadari dapat merusak populasi alam.

5.     Hakekat hubungan antara manusia dengan sesame. Beberapa trend pakaian yang ada diperkenalkan oleh publik figure (artis), sehingga Ketika masyarakat luas melihatnya mereka akan mengikuti beberapa gaya pakaian yang mereka sukai dan yang dianggap sebagai trend modern.

 

SUMBER:

Abdullah, Irwan. 2009. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

https://stie-igi.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/SENEN-18-mei-JM-09-BUDAYA-DSR-ANTONIUS.pdf

Comments

Popular posts from this blog